RSS

Seputar Peringatan Isra’ Mi’raj

06 Jun

Telah menjadi adat di berbagai negara dengan mayoritas penduduk muslim memperingati hari – hari bersejarah seperti hari kelahiran Nabi,nuzulul Qur’an,isra’ mi’raj.Memperingati dan mengenang kembali suatu peristiwa sejarah tidak ada tata cara,aturan dan waktu pelaksanaannya dari syari’at Islam, karena itu kegiatan semacam ini hanya merupakan sebuah adat bukan ritual ibadah sehingga tidak bisa dikatakan disyariatkan atau tidak.

Dalam menyikapi aktivitas seperti peringatan isra’ mi’raj atau peringatan peristiwa bersejarah lainnya semestinya kita harus melihat lebih dahulu dan mengerti apa saja yang ada dalam kegiatan semacam itu. Sebagaimana ketika kita harus menyikapi atau menghukumi kegiatan lainnya yang biasa kita temukan di tengah masyarakat seperti kumpulan ibu – ibu pkk, arisan atau kegiatan lain yang tidak ada kaitannya dengan ibadah.

Setelah kita mengetahuinya baru kita lihat dari sudut pandang agama apakah acara tersebut bertentangan dengan syariat Islam atau tidak ? Apakah bentuk pelaksanaannya sesuai dengan tutunan al-Qur’an dan sunnah Rasul atau tidak ? Jika berlawanan dengan ajaran dan tuntutan al-Qur’an dan sunnah maka tentunya aktifitas tersebut haram dilakukan dan jika kegiatan tersebut tidak berlawanan dengan syari’at Islam maka tentunya diperbolehkan.Karena tidak semua hal yang tidak ada pada zaman Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak ada pada masa shahabat itu bid’ah atau haram dilakukan.

Ulama menjelaskan bahwa sesuatu dihukumi bid’ah jika memenuhi dua syarat, yang pertama merupakan hal baru yang tidak ada pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang kedua hal tersebut bertentangan dengan al-Qur’an dan sunnah Rasul.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh al-Imam Muslim : “Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan yang baik dalam Islam maka baginya pahala dari perbuatannya itu dan pahala dari orang yang melakukannya sesudahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan yang buruk, maka baginya dosanya dan dosa dari orang yang melakukannya sesudahnya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun” .Al-Imam an-Nawawi dalam kitab syarah shahih muslim beliau menjelaskan hadist ini berisi tentang anjuran untuk mengawali melakukan amal kebaikan dan peringatan agar tidak melakukan atau menciptakan sesuatu kebathilan dan keburukan.Beliau juga menjelaskan bahwa hadist ini mentakhsis makna umum dari hadist ”kullu muhdatstin bid’atun wa kullu bid’atin dholalah”( setiap perkara baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat).

Peringatan isra mi’raj yang biasa kita temukan di masyarakat kita di dalam pelaksanaannya tidak ada hal yang berlawanan atau tidak sesuai dengan syariat Islam bahkan didalamnya berisi kegiatan yang sejalalan dengan Islam bahkan dianjurkan seperti membaca al-Qur’an,ceramah agama,penjelasan peristiwa isra’ mi’raj dan do’a bersama.Jika melihat hal ini maka peringatan isra’ mi’raj atau peringatan hari bersejarah lainnya tentunya merupakan amal kebaikan.

Peringatan isra’ mi’raj merupakan salah satu dari beberapa kegiatan yang telah menjadi adat dalam masyarakat. Sebagian orang yang memberi label bid’ah dan haram,hal ini dikarenakan mereka melihat kegiatan semacam ini dengan berlebihan.Sebagian dari mereka mengatakan bahwa pelaksanaan peringatan isra mi’raj yang biasa dilakukan oleh orang – orang pada 27 Rajab tidak tepat dengan waktu terjadinya isra’ mi’raj,karena para ulama sendiri berbeda pendapat tentang waktu terjadinya peristiwa isra’ dan mi’raj.Menurut penulis peringatan isra mi’raj jika tidak sesuai dengan waktu terjadinya peristiwa tersebut tidak mempunyai pengaruh apa – apa dan juga bukan merupakan satu masalah karena aktifitas tersebut merupakan adat bukan ibadah yang ditentukan waktu pelaksanaan dan juga tata cara dalam mengerjakannya.

Tujuan terpenting dalam pelaksanaan peringatan hari – hari bersejarah adalah bagaimana acara semacam itu bisa menjadi sarana untuk menghubungkan umat dengan sejarah umat itu sendiri dan menjadi sarana mengenalkan sejarah pada umat,karena itu kegiatan tersebut tidak harus tepat pada hari terjadinya peristiwa bersejarah itu.

Berkumpul di dalam suatu majlis dengan tujuan mengenang dan mengingat kembali kejadian dan peristiwa – peristiwa bersejarah karena mengharapkan ridha Allah ta’ala dan karena kecintaan kepada Rasul-Nya,yang mana majlis tersebut  juga ada ceramah dari para ulama yang berisi nasehat dan pesan – pesan moral dan ditutup dengan doa bersama,maka tidak diragukan majlis semacam itu adalah majlis dzikir yang di dalamnya turun rahmat Allah ta’ala.Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda : Tidaklah suatu kaum yang duduk berdzikir kepada Allah ta’la melainkan malaikat akan meliputi mereka dan rahmat akan menyelimuti mereka,dan akan turun kepada mereka ketenangan dan Allah akan menyebut mereka dihadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya (HR.Muslim).

Semoga Allah ta’ala selalu memberikan taufiq-Nya kepada kita.

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 6, 2012 in Tsaqofah

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: