RSS

Sya’ban Dan Keistimewaanya

03 Jul

Sya’ban bulan kedelapan  Hijriah,merupakan salah satu bulan yang mulia,bulan yang menyimpan banyak barokah.Allah SWT menjadikan Sya’ban sebagai ladang ibadah bagi umat Islam,meski sering kali orang lupa pada keutamaan yang ada di dalamnya, karena Sya’ban terletak diantara bulan Rajab dan bulan suci Ramadhan.Bagi Muslim yang mengasah jiwanya dengan beribadah dalam bulan ini maka ia akan siap untuk menerima curahan rahmat dan barokah yang lebih besar di bulan Ramadhan.
Ulama mejelaskan bahwa kemuliaan suatu waktu disebabkan oleh peristiwa yang terjadi di dalamnya,dan ketika semakin mulia dan istimewa peristiwa itu,maka semakin mulia dan istemewa pula waktu dimana peristiwa itu terjadi.

Apabila seseorang memiliki perhatian dengan suatu peristiwa maka akan ia akan memiliki perhatian dengan waktu terjadinya peristiwa tersebut,yang mana hal ini akan melahirkan dalam diri orang itu kesadaran akan pentingnya hubungan umat dengan sejarah umat itu sendiri,dan akan menumbuhkan perhatiannya pada sejarah,yang tentunya hal ini akan sangat berfaedah bagi orang tersebut,karena dengan mengerti dan memahami sejarah dia bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari suatu peristiwa .

Bulan Sya’ban menyimpan keutamaan dan keistimewaan,di dalam bulan ini juga terjadi beberapa peristiwa penting yang terekam dalam sejarah.keistemewaan,keutamaan dan peristiwa sejarah yang ada pada bulan ini semestinya diketahui oleh setiap muslim,karena dengan mengetahuinya akan lahir dalam jiwanya rasa keagamaan ketika ia berada pada waktu-waktu yang memiliki fadhilah.

Perhatian seseorang pada waktu atau hari – hari bersejarah tentunya bukan untuk mengagungkan dan mensucikan peristiwa dan waktu itu akan tetapi semata-mata untuk mengagungkan dan bersyukur pada Allah SWT yang telah menciptakan keistemewaan dan peristiwa itu,bentuk syukur dan takdim pada Allah SWT bisa dilakukan dengan jalan meraih keistimewaan dan keutamaan yang ada pada waktu- waktu itu,yaitu dengan mengisi waktu tersebut dengan berbagai amal shaleh,sebagaimana Nabi kita Sayyidinaa Muhammad sholallahu ‘alahi wa sallam menganjurkan pada umatnya untuk meraih keutamaan yang ada pada waktu-waktu tertentu,hal ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan at-Tabrani :
‘Allah SWT mempunyai anugrah di hari-hari (tertentu) dalam satu tahun,maka raihlah anugrah tersebut…”

Berikut ini beberapa keutamaan dan peristiwa penting dalam bulan Sya’ban yang mestinya diketahui dan diperhatikan oleh setiap muslim.

a.Diangkat catatan Amal Manusia
Dalam bulan Sya’ban diangkat catatan amal manusia selama satu tahun ke hadirat Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: “Saya berkata: “Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan Sya’ban.” Maka beliau bersabda:“Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada rabbul ‘alamin. Dan saya menyukai amal saya diangkat, sedangkan saya dalam keadaan berpuasa.” (HR. Nasa’i).
b.Turun Ayat Shalawat.
Ayat tentang perintah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Shollallu alaihi wasallam , yaitu ayat: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab;56) turun pada bulan ini,karena itu ulama menyebut Sya’ban dengan bulan shalawat dan menganjurkan memperbanyak membaca shalawat pada Nabi kita Muhammad shollallu alaihi wasallam di bulan ini.
c.Malam Nisfu Sya’ban.
Diantara keistimewaan Sya’ban,ada satu malam dalam bulan ini yang penuh dengan rahmat dan maghfirah,malam dimana Allah SWT mengabulkan do’a-do’a yang dipanjatkan oleh hambaNya, yaitu malam ke lima belas yang biasa dikenal dengan malam nisfu Sya’ban.Banyak hadist dan atsar yang menjelaskan tentang keutamaan malam nisfu Sya’ban,dan anjuran Rasulullah untuk menghidupkan malam ini dengan doa,dan amal-amal shaleh lainya,di antaranya adalah: “Nabi Muhammad Shollallhu alaihi wasallam bersabda, “Allah melihat kepada semua makhluknya pada malam Nishfu Sya’ban dan Dia mengampuni mereka semua kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Thabarani dan Ibnu Hibban).
Dalam menghidupkan malam nisfu Sya’ban memang tidak ada amaliyah khusus yang di riwayatkan dari Rasulullah Shollallhu alaihi wasallam,yang ada ada hanya anjuran dari beliau untuk mengisinya dan menghidupkanya dengan berbagai amal shaleh.Muslim yang membaca Al-Qur’an,berdoa,bershalawat pada Nabi Muhammad Shollallhu alaihi wasallam,sholat,bersedakah atau amal shaleh lainya yang bisa dia lakukan pada malam itu,maka dia telah dianggap telah menghidupkan malam mulia ini dan insya Allah tercatat sebagai amal ibadahnya.
d.Pindah Qiblat.
Peristiwa penting dalam sejarah umat Islam yang terjadi di bulan Sya’ban adalah berpindahnya qiblat ke Ka’bah di Makkah setelah sebelumnya umat Islam shalat menghadap baitul maqdis selama tujuh belas bulan lebih tiga hari.
e.Fadlilah Puasa Sya’ban.
Dalam bulan Sya’ban dianjurkan untuk memperbanyak puasa sebagaimana dijelaskan dalam satu hadist bahwa  Rasulullah Shollallhu alaihi wasallam hampir sepanjang bulan Sya’ban berpuasa kecuali sedikit dari bulan ini yang  beliau tidak berpuasa.Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan tentang puasa Rasulullah Shollallhu alaihi wasallam pada bulan mulia ini: “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau berbuka sampai kami katakan beliau tidak pernah berpuasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).
Puasa Sya’ban adalah media untuk berlatih,mengasah dan membersihan jiwa sebelum seseorang masuk bulan Ramadhan.
Adapun berpuasa hanya pada separuh kedua bulan Sya’ban menurut madzab Syafi’I hukumnya haram,dengan dalil hadist: ”ketika masuk paruh kedua bulan Sya’ban janganlah berpuasa”(HR Ahmad dan Ashabus Sunnah Al-Arba’ah), dan diperbolehkan jika :
1. Menyambung puasa separuh kedua bulan Sya’ban dengan separuh pertama,walaupun hanya dengan berpuasa pada tanggal lima belas.
2. Sudah menjadi kebiasaan,semisal selalu berpuasa hari senin dan kamis,atau berpuasa Dawud.
3. Puasa qodlo,baik qodlo puasa sunnah atau puasa fardlu.
4. Menjalankan nadzar.
5.Puasa untuk Kafaroh.

Ulama mengatakan Rajab adalah waktu menambur benih,Sya’ban bulan menyiraminya dan Ramadhan saat untuk memanen,semoga Allah Ta’ala selalu memberikan taufiqNya pada kita,sehingga benih-benih amal yang kita tabur di bulan Rajab tumbuh dengan subur,dan jiwa yang kita sirami dengan amal shaleh bisa memanen rahmat,maghfirah dan ridloNya di bulan suci Ramadhan..amin Allahumma amin.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 3, 2011 in Tsaqofah

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: