RSS

Kamilah Yang Seharusnya Menangis

23 Jul

Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam sebelum memiliki mimbar untuk berkhutbah,beliau berkhutbah pada sebuah batang kurma, sampai seorang sahabat menawarkan pada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam untuk membuatkan beliau mimbar yang di gunakan untuk berkhutbah,dan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam menyetujui tawaran shahabat tersebut.Setelah mimbar selesai dibuat, pada hari jum’at saat Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam akan menuju mimbar, beliau melewati batang kurma yang dulu digunakan berkhutbah. Tatkala dilewati terdengar suara rintihan dari batang kurma, saat mendengar suara itu Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam kembali ke tempat batang kurma dan kemudian mengusapnya dengan tangan hingga batang kurma itu kembali terdiam.

Sebuah batang kayu merintih sedih ketika merasa ditinggalkan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam dan merasa jauh dari beliau,bagaimana dengan kita ? Muslim seharusnya menangis dan sedih tatkala ia jauh dari Nabi mulia ini,jauh dari sunah-sunahnya,semestinya seorang muslim menangis ketika lisannya kering dari bacaan shalawat dan saat sunah dan tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam terasa asing di dalam rumahnya.Al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad beliau pernah mengatakan bahwa hampir seluruh sunah Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam pernah beliau jalankan,hal ini berbeda dengan sebagian orang yang tingkah lakunya mengatakan hampir semua sunah Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam aku tinggalkan.Sungguh kamilah yang seharusnya menangis dan lebih berhak bersedih daripada sebuah batang kurma.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 23, 2011 in Sirah Nabi

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: