RSS

Keunikan Puasa

09 Agu

Puasa adalah ibadah menahan diri dari makan minum dan hal-hal yang membatalkan mulai dari terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari sebagaimana di jelaskan oleh ulama.Jika kita tela’ah secara mendalam ternyata ibadah ini memiliki keistimewaan dan keunikan yang membedakannya dengan ibadah-ibadah lain.Berikut ini adalah diantara keunikan dari puasa:

Puasa tidak berpotensi riya’.

Puasa adalah rahasia antara Allah dan pelakunya sendiri.Seorang yang berpuasa tidak terlihat oleh orang lain bahwa ia sedang menjalani ibadah mulia ini,karena puasa tidak berupa gerakan badan tetapi ia adalah ibadah batin yaitu niat yang letaknya dalam hati dan upaya menahan diri dari segala hal yang membatalkanya.Bukankah seorang yang berpuasa tampak sama dengan orang yang tidak berpuasa ? Karena itu substansi dari puasa tidak menimbulkan riya’ pada diri pelakunya,disebutkan dalam satu hadist yang diriwayatkan al-Baihaqi:“Puasa tidak terdapat riya didalamnya”.

Berbeda dengan ibadah lainya semisal shalat,orang yang shalat dapat diketahui bahwa ia sedang shalat dari gerakan sholat yang ia kerjakan, sehingga sifat riya’ berpotensi masuk dalam diri pelakunya.Hal ini tidak menafikan masuknya riya’ pada diri orang yang berpuasa,akan tetapi sifat riya’ ini tidak timbul dari substansi puasa yang sedang ia jalani,tetapi dari faktor lain.Semisal orang yang berpuasa mengatakan pada temannya bahwa ia hari ini sedang berpuasa,jika saat itu sifat riya’ masuk pada dirinya,maka datangnya adalah dari informasi pelakunya bahwa ia sedang berpuasa bukan dari substansi puasa yang sedang ia jalankan.

Hadist qudsi yang diriwayatkan al-Bukhori Allah ta’ala menjelaskan : “Semua amal putra-putri Adam  untuk  dirinya,  kecuali  puasa.Puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang memberi ganjaran atasnya.” Dalam hadist qudsi ini Allah mengatakan bahwa puasa untuknya,sedangkan amal ibadah lainya untuk manusia,padahal kita ketahui bahwa semua ibadah yang kita lakukan pastinya untuk Allah ta’ala dan Dia yang akan membalasnya,akan tetapi dalam hadist ini Allah ta’ala memberi kekhususan pada puasa dengan menyebutkan bahwa ibadah ini untukNya,sementara ulama berpendapat pengkhususan ini dikarenakan puasa tidak berpotensi menimbulkan riya’ pada diri pelakunya.

Dalam puasa seseorang meninggalkan hawa nafsu dan syahwat asasi manusia.

Dalam ibadah puasa muslim meninggalkan dan menahan semua kebutuhan dan syahwatnya yang asasi karena untuk meraih ridha Allah ta’ala, yang mana hal ini tidak kita temukan dalam ibadah lainya.Seorang yang melakukan ihram haji atau umroh diharamkan berhubungan seks dan hal-hal yang bisa menimbulkan keinginan berhubungan badan seperti wangi-wangian,akan tetapi ia dibolehkan makan dan minum,demikian pula dengan orang yang beri’ktikaf ia juga diizinkan makan dan minum.

Dalam shalat memang tidak dibolehkan makan,minum dan berhubungan seks akan tetapi shalat waktunya singkat, sehingga seorang yang shalat tidak menahan dan tidak merasakan rasa haus dan lapar selama dalam waktu mengerjakan shalat.Berbeda dengan seorang yang berpuasa, ia harus menahan rasa lapar,haus dan juga kebutuhan biologisnya mulai dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari.

Pahala puasa dilipat gandakan tanpa batas.

Setiap amal manusia dilipat gandakan dari sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat dan bahkan lebih dari itu,kecuali puasa.Pahala puasa dilipat gandakan oleh Allah ta’ala tanpa dibatasi dengan bilangan,dan hanya Allah ta’ala yang mengetahui kadar pahala orang yang puasa,sebagaimana di jelaskan dalam hadist qudsi: “Setiap amal bani Adam adalah untuk mereka,satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat,kecuali puasa.Puasa untukKu dan Akulah yang akan memberi pahalanya”.(HR.Al-Bukhori dan Muslim).hal ini juga senada dengan hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu:” Orang yang berpuasa karena Allah ta’ala,tidak ada yang mengetahui pahala amalnya kecuali Allah ta’ala.

Pahala puasa tidak dijadikan tebusan dosa.

Saat manusia mempertanggung jawabkan amalnya kelak di akherat,amal-amal yang pernah ia lakukan akan di jadikan tebusan atas dosa-dosanya.Pahala dari amal kebaikannya di dunia akan dikurangi sejumlah dosa yang ia kerjakan,kecuali pahala puasa, ia akan tersimpan di sisi Allah ta’ala tanpa terkurangi sedikitpun.Sebagaimana penjelasan ulama seputar hadist qudsi riwayat al-Bukhori: “Setiap amal adalah kaffarah,dan puasa untukKu Aku yang akan memberi pahalanya”.

Jadi,puasa memang satu ibadah yang unik dan istimewa yang sudah semestinya bagi setiap muslim yang menghendaki kebahagiaan yang kekal di akhirat kelak untuk tidak melewatkan keistimawaan dan keunikannya.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 9, 2011 in Tsaqofah

 

Tag: , , , ,

2 responses to “Keunikan Puasa

  1. nefron

    Mei 23, 2012 at 07:50

    apakah anda yakin dengn mengtakan bahwa Puasa tidak berpotensi riya atas alasan
    Puasa adalah rahasia antara Allah dan pelakunya…!
    sejauh ini saya lihat di jejaring network banyak yang menjadikan puasa sebagi update status di akun mreka…
    ex :alhamdulilah saurnya lancar,mudahmudahan hari ini puasanya kuat amien!
    bagai mana tanggapan anda apakah itu masih bisa di katakan tidak termasuk riya?? atas alasan apa…

     
    • zhabibibsa

      Mei 24, 2012 at 07:50

      Sdr.Nefron..
      Terima kasih atas kunjungan dan koment dari sdr Nefron pada tulisan saya,,memang benar yang anda katakan bahwa seorang yang berpuasa bisa juga timbul riya dalam dirinya,akan tetapi riya itu timbul karena faktor lain bukan dari substansi dari puasa,semisal dengan bilang pada orang lain bahwa hari ini ia lagi berpuasa dengan tujuan riya’,maka pada saat itu riya’ timbul dari ucapannya,Sedangkan substansi dari puasa tidak menimbulkan riya karena puasa adalah ibadah bathin yaitu niat dan upaya menahan diri dari hal – hal yang membatalkan yang tidak terlihat oleh orang lain,yang mana berbeda dengan ibadah lainnya semisal sholat,,sholat merupakan ibadah luar yaitu berupa gerakan badan yang terlihat oleh orang lain,karena itu substansi sholat itu sendiri bisa menimbulkan riya pada pelakunya.wa Allahu a’lam

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: