RSS

Peringatan Maulid,Bid’ahkah ?

09 Feb

Peringatan maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan salah satu masalah furu’iyah yang sering diperdebatkan di tengah umat Islam.Pada bulan Rabi’ul Awal biasanya perdebatan boleh dan tidaknya pelaksanaan peringatan kelahiran Nabi mulia ini akan mengemuka dan menghangat di tengah sebagian masyarakat kita,sebagian ada yang mengatakan bahwa maulid adalah kegiatan yang boleh bahkan dianggap baik dan sebagian yang lain berpendapat bahwa kegiatan peringatan kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai bid’ah,suatu kegiatan yang tidak baik,dan hal yang mungkar yang mesti ditinggalkan.

Sebagian dari kiita mungkin bosan dan jenuh mendengar perdebatan dua kelompok yang pro dan kontra dalam masalah maulid ini,yang menurut hemat penulis tidak perlu diperdebatkan lagi, apalagi jika perbedaan pendapat dalam masalah seperti ini sampai menimbulkan perpecahan diantara umat Islam.

Perbedaan padangan tentang pelaksanaan maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, perdebatan dua kelompok yang beda pandangan dalam masalah maulid yang ada pada saat ini merupakan hal sia-sia,karena perdebatan mereka tidak akan bisa menghapus perbedaan pendapat di tengah umat Islam.Perdebatan ini malah akan menjadi tidak baik lagi jika menyebababkan salah satu pihak mengklaim pihak yang tidak sepaham sebagai ahli bid’ah atau orang yang fasik.

Dalam menyikapi masalah maulid atau masalah khilafiyah lainnya mestinya kita tidak buru-buru menghukumi atau sekedar ikut-ikutan tanpa mengetahui masalah yang sebenarnya.Jadi sebelum mengatakan maulid itu sebagai hal yang mungkar atau bukan,pertama kita harus mengetahui dulu apa sebenarnya peringatan maulid itu dan bagaimana cara pelaksanaannya.Karena menghukumi sesuatu tanpa mengetahui substansinya merupakan kesalahan yang fatal.

Al-Imam As-Suyuthi dalam risalahnya Husnul maqsad fii ‘amalil maulid menjelaskan bahwa peringatan maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu perkumpulan dimana di dalamnya dibaca beberapa ayat Al-Qur’an,riwayat-riwayat yang menjelaskan tentang kelahiran,masa kecil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta sifat-sifat beliau,membaca shalawat,dan biasanya dipungkasi dengan acara makan bersama.Cara pelaksanan bacaan atau peringatan maulid yang seperti inilah yang kita jumpai di tengah masyarakat.

Adakah kemungkaran dari pelaksanaan maulid diatas ? Kalaupun ada hal negatif atau menyimpang dari ketentuan agama di dalam pelaksanaan maulid seperti berkumpulnya perempuan dan laki-laki bukan mahrom dalam satu tempat,maka hal tersebut diluar dari substansi dari maulid itu sendiri, yang muncul karena kesalahan dari pelakunya,dan hal semacam itu bisa saja terjadi dan ditemukan pada aktifitas lain,tidak hanya ada pada acara maulid.

Sebagian pihak melihat termasuk hal yang tidak diperbolehkan karena bentuk pelaksanaannya dengan cara berkumpul bersama atau karena pelaksanaan seperti di atas tidak ada pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabat.Maka jawabnya,dzikir bersama-sama termasuk masalah khilafiyah furu’iyah banyak ulama yang memperbolehkanya dan mereka memiliki dalil dan hujjah atas pendapatnya,begitu juga dengan sesuatu yang baru yang belum digagas pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan masa shahabat,tidak semua yang baru munkar,tetapi semuanya harus dikembalikan ke ketentuan syariat,bertentangan atau tidak masalah tersebut dengan syari’at.Ulama kita telah banyak membahas masalah ini – semoga Allah ta’ala membalas jasa-jasa mereka -.Perpustakaan Islam penuh dengan buku-buku berisi penjelasan dan munaqosah seputar permasalahan baru yang belum ada pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dua kurun setelahnya.

Saat ini yang diharapkan dari setiap pihak adalah saling menghormati pendapat pihak lain dan tidak memperdebatkanya selama pendapat itu masih dalam wilayah masalah furuiyah.Merupakan bid’ah qobihah ketika anda mengatakan saudara anda yang tidak melakukakan kesalahan sebagai ahli bid’ah. Bagi yang tidak sepakat dengan peringatan maulid tidak berdosa karena ia tidak meninggal kewajiban,begitu juga pihak sepakat karena mereka tidak mengerjakan bid’ah qobihah.

Peringatan maulid adalah masalah furu’iyah khilafiyah yang mana kita tidak perlu menguras tenaga dan membuang waktu untuk memperdebatkannya,masih banyak permasalahan yang dihadapi umat yang perlu dimusyawarahkan dan dicari pemecahanya.

Dan yang tidak kalah pentingnya bagi setiap muslim untuk selalu berusaha menumbuhkan mahabbah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta selalu mengikuti sunnah dan petunjuk-petunjuk beliau,karena mahabbah pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penyatu umat yang ampuh.

Ya Allah tuntunlah kami untuk selalu mencintai Nabi dan RasulMu serta mengikuti sunnah dan petunjuknya secara dhohir dan bathin,Amin.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 9, 2012 in Tsaqofah

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: