RSS

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam Di Hati Para Shahabat

02 Mar

Diantara nikmat yang dianugerahkan Allah ta’ala kepada kita adalah cinta kita pada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam,pada kepribadian,akhlak,sirah,petunjuk serta tuntunan beliau.Merupakan anugrah yang sangat besar kita hidup dan cinta yang tulus dan suci kepada Nabi yang agung ini memenuhi urat nadi dan mengiringi detak jantung kita.

Dalam postingan kali ini penulis ingin mengutip beberapa kisah mahabbah shahabat pada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam.Mahabah yang mendalam pada hati mereka telah menjadikan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam lebih mereka cintai dari orang tua ,anak,harta bahkan nyawa mereka.Dengan harapan kisah-kisah Shahabat ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita dan bisa melembutkan serta menyejukan hati yang sering kali lalai dan keras akibat gemerlap dan tipu daya dunia.

Bilal radhiyallahu ‘anhu
Setelah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam,Bilal radhiyallahu ‘anhu memutuskan untuk tidak lagi adzan di masjid an-Nabawi  dan pindah ke Syam,ia tidak kuasa tinggal di Madinah Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam.Sebagaimana disebutkan dalam satu riwayat ia sering pingsan jika melihat sudut-sudut masjid an-Nabawi,atau jalan di Madinah.Sudut-sudut masjid serta lorong-lorong di Madinah selalu mengingatkannya pada  Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam.

Suatu hari ia datang ke Madinah berziarah ke pusara Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam.Sesampainya di Madinah Bilal bertemu dengan Sayyidinaa Abu Bakar as-Sidiq radhiyallahu ‘anhu.Ketika bertemu keduanya pun menangis teringat hari-hari ketika bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.Bilal,adzanlah untuk kami,pinta Sayyidinaa Abu Bakar as-Sidiq pada Bilal.Aku tak kuasa lagi adzan setelah Rasulallah shallahu ‘alahi wa sallam tiada,jawab Bilal .Sayyidina Umar bin al-Khathob juga meminta Bilal untuk adzan,aku tak kuasa lagi adzan,jawab Bilal.Ketika itu datang Hasan dan Husain,yang waktu itu masih berusia sepuluh dan sembilan tahun,melihat keduanya Bilal menangis,memeluk dan mencium kening keduanya,Hasan dan Husain mengingatkan Bilal Pada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam,karena mempunyai kemiripan dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.Bilal,adzanlah untuk kami sebagaimana kau azdan untuk kakek kami,pinta Hasan dan Husain,baiklah aku akan adzan untuk kalian berdua,aku tak bisa menolak permintaan kalian berdua,bagaimana kelak aku akan menjawab kakek kalian di hari kiamat jika aku menolak permintaan kalian ,jawab Bilal.

Mulailah Bilal sang muadzin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adzan; Allahu Akbar,Allahu Akbar,mendengar suara Bilal orang-orang di yang berada di masjid,jalan dan di pasar pun menangis,Asyhadu an laa ilaaha illallah tidak ada seorang pun di Madinah yang tidak menangis,gadis-gadis keluar dari rumah-rumah mereka dengan menangis..Ketika Bilal mengucapakan Asyhadu anna Muhammadan rasulullah ia pun jatuh pingsan tak kuasa melanjutkan adzannya.Suasana di hari itu menjadi seperti hari wafatnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam,semua ini karena kecintaan mereka pada Nabi mulia ini.

Zaid ibn ad-Datsanah radiyallahu ‘anhu

Ketika kaum musyrikin membawa Zaid ibn ad-Datsanah radiyallahu ‘a nhu keluar dari tanah haram untuk dibunuh.Abu Sufyan – sebelum masuk Islam – berdiri melihat muslim yang digiring untuk dibunuh,sambil berkata, “Zaid,bersumpahlah demi Allah,apakah kau suka jika Muhammad berada di sini menggantikanmu untuk dipenggal kepalanya sedangkan engkau berada di tengah keluargamu ?”. Zaid seorang muslim yang kuat ini menjawab,Demi Allah ! Aku tidak senang jika Muhammad di tempatnya sekarang terkena sepucuk duri yang menyakitinya sedangkan aku berada di tengah keluargaku.” Abu Sufyan heran dengan keteguhan Zaid yang lebih memilih dibunuh dari pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terkena sepucuk duri yang menyakitinya.Ia berkata, Aku belum pernah melihat seorang manusia dicintai oleh para shahabatnya sebagaimana Muhammad dicintai oleh shahabat-shabatnya.”

Kisah perempuan Anshar

Seorang perempuan Anshar yang ayahnya dan saudara laki-lakinya serta suaminya gugur saat perang Uhud bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.ketika orang-orang memberitahukan kematian mereka kepada perempuan tersebut,ternyata keselamatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lebih menyita pikiran dan perhatiannya dari pada keselamatan ayah,saudara dan juga suaminya.Sedikit pun ia tidak berpikir musibah yang telah menimpanya dengan kehilangan anggota keluarganya.Ia berteriak,”Dimana Rasulullah ?” Orang-orang menjelaskan padanya Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan baik.Seketika itu perempuan Anshar ini merasa tenang,meskipun ia telah kehilangan keluarganya.Ia lalu berkata,perlihatkanlah beliau kepadaku agar aku dapat melihatnya.” Saat ia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,ia mengucapkan kata-katanya yang dicatat oleh tinta emas sejarah,menjadi saksi keimanan dan cintannya pada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam : ”Segala musibah setelahmu adalah kecil,wahai Rasulullah!”.

Mush’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu

Pemuda Mekah yang hidup dalam kesenangan di tengah keluargannya,kemudian ia meninggalkan kemewahan dan kesenangan yang ia peroleh dari kedua orang tuanya karena cintanya pada Allah dan Rasul-Nya.Suatu ketika Mush’ab datang menemui Rasulullah shallahu ‘alahi wa sallam yang sedang duduk dikelilingi para shahabat.Para shahabat yang ada bersama Rasulullah ketika melihat Mush’ab bin Umair mereka menundukan kepala,memejamkan mata,dan air mata menetes dari mata mereka.Mereka tdak tega melihat Mush’ah mengenakan pakaian yang penuh tambalan dan usang,sedangkan sebelumnya ia selalu mengenakan pakaian yang baru dan mewah.Orang tua Mus’ab – setelah putus asa untuk membuatnya murtad – tidak lagi memberikan memberikan kesenangan yang diberikan sebelum ia masuk Islam.Saat itu Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya dengan pandangan kasih dan senyuman yang tulus,dan berkata :
“Aku telah melihat Mush’ab sebelum ini.Tidak ada seorang pemuda pun di Mekah yang mendapatkan kesenangan dari orang tuanya melebihi yang didapatkan Mush’ab dari kedua orang tuanya.Lalu ia tinggalkan semua itu karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.Cinta kepada Allah Rasul-Nya telah mengubahnya menjadi seperti yang kalian lihat,ia meninggalkan perhiasan dunia dan sangat bergantung pada kehidupan akhirat dan kenikmatannya.” (HR.At-Turmudzi dan al-Hakim ).
Mush’ab gugur sebagai syahid pada perang Uhud ketika ia melindungi Rasulullah shallahu ‘alahi wa sallam dari serangan orang-orang kafir.Orang yang membunuhnya Ibn Qum’ah al-Laitsi yang menyangka bahwa ia adalah Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam.

Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu

Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu yang pertama masuk Islam dari kalangan anak-anak.Ia mempertaruhkan dirinya agar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dapat keluar rumah pada saat akan hijrah dari Makkah ke Madinah,dengan berbaring di tempat tidur dan berselimut dengan pakaian Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam,untuk memberikan kesan kepada orang yang berada di pintu rumah,bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam tidak keluar dari rumahnya.Apa yang dilakukan oleh Sayyidinaa Ali radhuyallahu ‘anhu ini dicatat sebagai pengorbanan pertama dalam sejarah dakwah Islam

Ikrimah ibn Abu Jahl radhiyallahu ‘anhu

krimah ibn Abu Jahl sesaat sebelum ia gugur di perang Yarmuk,saat –saat ketika ia akan menghembuskan nafas terakhirnya,ia letakan kepalanya di atas paha Khalid ibn al-Walid berkata dengan air mata yang mengalir dari kedua matanya,” Wahai paman,apakah kematian ini membuat Rasulullah ridho kepadaku ?” Subhanallah pada saat seperti ini keinginannya hanyalah agar Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam ridho padanya.

Tsauban radhiyallahu ‘anhu

Suatu hari Tsuban datang kepada Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam,dan berkata, Ya Rasulullah sesunguhnya engkau lebih aku cintai dari keluarga dan hartaku,dan aku selalu memikirkanmu,dan aku tidak kuasa menahannya sampai aku datang padamu dan melihatmu,lalu aku berfikir bagaimana kelak di akhirat, Jika aku masuk surga aku tidak akan melihatmu karena engkau berada di derajat  yang tinggi di surga bersama para Nabi lainya,kalau aku masuk neraka maka aku tidak akan melihatmu selamanya.Kemudian turun ayat 69 surat an-Nisa’ :
Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

Abdullah ibn Umar radhiyallahu ‘anhu

Adalah  Abdullah ibn Umar radhiyallahu ‘anhu ketika nama Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam disebut air matanya matanya menetes dari kedua matanya.Dan tidaklah ia melewati rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali ia pejamkan kedua matanya.Ibnu Umar juga selalu mengikuti atsar-atsar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam di setiap masjid di mana Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam pernah melakukan sholat di situ.Ia pun memeriksa untanya di jalan dimana ia melihat  Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam memeriksa unta beliau di jalan itu.

Abdullah ibn Zaid

Hari itu Abdullah bin Zaid sedang bekerja di kebun miliknya seperti hari-hari biasanya,tiba-tiba anaknya datang membawa kabar bahwa Rasulullah shallahu ‘alahi wa sallam wafat,kemudian ia berkata,”Ya Allah hilangkanlah penglihatanku aku tak ingin melihat seorang pun setelah kekasihku Muhammad.” Maka seketika itu kedua matanya menjadi buta.

Diatas adalah sedikit dari kisah mahabbah shahabat kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang memenuhi rongga dada mereka. Ketika membaca dan mentela’ah kisah mahabbah shabahat pada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, banyak pertanyaan yang terbesit di hati penulis yang tertuju pada kita,khususnya dan yang paling utama adalah pada diri penulis sendiri di antaranya yaitu,adakah tanda-tanda mahabbah pada Rasulullah shallahu ‘alahi wa sallam dalam diri kita ?

Kita ketahui bahwa mahabbah tempatnya adalah hati,tetapi sesuatu yang ada dalam hati akan memberikan dampak pada dzohir seseorang.Orang yang bahagia akan berbeda raut mukanya dengan orang yang sedih.Sebagaimana sering kita dengar bahwa setiap wadah akan memercikan sesuatu yang ada di dalamnya.Poci yang berisi teh tidak mungkin keluar darinya susu.

Mahabbah pada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam memiliki tanda-tanda,di antaranya mengikuti sunah dan tuntunan beliau,bukankah seseorang akan selalu berusaha melakukan sesuatu yang menjadikan orang yang ia cintai bahagia.Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam akan sangat bahagia jika umatnya mengikuti tuntunan dan sunnah-sunnahnya.Apakah kita selalu berusaha membuat beliau bahagia dan bangga pada kita ?

Seseorang mencintai atau senang pada sesuatu ia akan sering mengingat dan menyebut sesuatu itu,Sebagian Ulama mengatakan,”man ahabba sya’ian katsura min dzikrihi”(Orang yang mencintai sesuatu maka akan banyak menyebutnya ).Seberapa seringkah kita menyebut Rasulullah shallahu ‘alahi wa sallam,seberapa banyak kita membaca sholawat dalam sehari ?

Ketika kita menyebut Rasulullah shallahu ‘alahi wa sallam atau membaca sirah beliau,apa yang kita rasakan dalam hati kita ? Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ketika akan membaca hadist dan menyebut nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menetes air matanya.Pernahkan air mata kita menetes ketika membaca perjalanan hidup manusia agung ini,saat membaca tentang kesabaran,ketabahan dan perjuangan beliau dalam dakwahnya serta cinta dan ikhlasnya pada umat manusia ? Pernahkan suatu malam kita tidak bisa memejamkan mata karena ingat dan rindu pada beliau ?

Seberapa besar keiginan kita untuk mengetahui dan mengenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ? Banyak dari kita yang tidak mengetahui sunnah-sunnah Rasulullah dalam aktifitas kita sehari-hari.Tidak tahu bagaimana sunnah Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangun dari tidur,memakai pakaian dan aktifitas lainnya.Sebagian umat Islam juga tidak mengetahui putra – putri dan istri – istri beliau,tapi jika ditanya apakah ia kenal dengan artis fulan, maka ia akan menjawab banyak hal tentang artis itu lebih banyak dari yang ia ketahui dari Rasul dan Nabinya.

 Al-Habib Ahmad Masyhur al-Haddad  rahimahullahu, suatu hari beliau bertanya pada seorang muridnya,”Berapa hari kamu tidak membaca sirah Nabi ?”Dengan perasaan malu murid tersebut menjawab,Sudah beberapa hari ini saya tidak membaca sirah Nabi”.Kemudian beliau berkata pada murid-muridnya,Anak-anakku ! Siapa dari kalian yang lebih dari tiga hari tidak membaca atau mencari pengetahuan baru tentang Rasulullah shallahu ‘alahi wa sallam maka hendaknya mengoreksi dirinya,ada kelemahan dalam imannya.

Semoga Allah ta’ala menjadikan kita termasuk dari golongan orang-orang yang dikatakan oleh Rasulullah shallahu ‘alahi wa sallam:
”Di antara umatku yang sangat cinta padaku adalah orang-orang yang hidup setelahku,di mana setiap orang dari mereka ingin melihatku walau (pun harus ) mengorbankan keluarga dan hartanya” (Mutafaq ‘alaihi).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 2, 2012 in Sirah Nabi

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: