RSS

Petunjuk Nabi Di Nisfu Sya’ban

23 Jun

bulanMalam nisfu sya’ban yaitu malam tanggal 15 sya’ban merupakan ladang amal waktu yang mulia dan penuh dengan barokah,maka sudah semestinnya bagi muslim yang menghendaki kehidupan bahagia yang kekal di akherat untuk memanfaatkan waktu mulia ini dengan memperbanyak amal kebaikan.Berikut penulis kutip beberapa hadist yang berisi anjuran Rasulullah shallallah ‘alahi wa sallam untuk mengisi dan mengambil barokah dari amal shalih di malam mulia ini dan pendapat sebagian ulama pewaris Nabi tentang nisfu sya’ban.

عَنْ عَلِىِّ بْنِ أَبِى طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا يَوْمَهَا. فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلاَ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْر.ُ

Artinya: “Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah saw bersabda: “Apabila sampai pada malam Nishfu Sya’ban, makahidupkanlah malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya, karena sesungguhnya Allah akan turun ke langit dunia pada malam tersebut sejak matahari terbenam dan Allah berfirman: “Tidak ada orang yang meminta ampun kecuali Aku akan mengampuni segala dosanya, tidak ada yang meminta rezeki melainkan Aku akan memberikannya rezeki, tidak ada yang terkena musibah atau bencana, kecuali Aku akan menghindarkannya, tidak ada yang demikian, tidak ada yang demikian, sampai terbit fajar” (HR. Ibnu Majah).

عَنْ أَبِى مُوسَى الأَشْعَرِىِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِى لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ ».رواه ابن ماجه

Artinya: “Dari Abu Musa, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah muncul pada malam Nishfu Sya’bandan mengampuni seluruh makhlukNya, kecuali orang musyrik dan orang yang dengki dan iri kepada sesama muslim” (HR. Ibn Majah).Hadist ini juga diriwatkan oleh Ibn Hiban dalam kitab shahihnya.Imam Ahmad juga meriwayatkan hadist ini hanya saja dalam riwayat Imam ahmad disebutkan :

فَيَغْفِرُ لِعِبَادِهِ إِلاَّ لاِثْنَيْنِ مُشَاحِنٍ وَقَاتِلِ نَفْسٍ

Artinnya : maka Allah akan mengampuni hamba – hambanya kecuali orang yang dengki dan iri kepada sesama muslim dan pembunuh.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ فَقَالَ « أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ ». قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ. فَقَالَ « إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كَلْبٍ »

Artinya: Aisyah radhiyallahu anha berkata: “Suatu malam saya kehilangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu aku mencarinya. Ternyata beliau sedang berada di Baqi’ sambil menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau bersabda: “Apakah kamu (wahai Aisyah) khawatir Allah akan menyia-nyiakan kamu dan RasulNya?” Aku menjawab: “Wahai Rasulullah, saya pikir anda pergi mendatangi di antara isteri-isterimu”. Rasulullah saw bersabda kembali: “Sesungguhnya Allah turun ke dunia pada malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni ummatku lebih dari jumlah bulu domba milik kabilah bani kalbi” (HR. Ahmad, Ibn Majah dan Turmidzi.).

خرج البيهقي بإسناده إلى عائشة رضي الله عنها : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال أتاني جبريل عليه سلم فقال : ((هذه ليلة النصف من شعبان ولله فيها عتقاء من النار بعدد شعور غنم كلب لا ينظر الله فيها إلى مشرك ولا إلى مشاحن ولا إلى قاطع رحم ولا إلى مسبل ولا إلى عاق والديه ولا إلى مدمن خمر ))  الحديث

Artinnya : Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dengan sanad yang sampai ke sayyidah A’isyah radhiyallahu ‘anha,bahwa Rasulullaha shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Ini adalah malam nisfu sya’ban dan Allah membebaskan orang – orang dari api neraka pada malam ini sebanyak jumlah bulu domba milik bani kalb,pada malam ini Allah tidak melihat orang musrik , orang yang dengki,orang yang memutus tali sillaturahmi,orang yang menurunkan pakainnya (melebihi mata kaki karena sombong ) orang yang durhaka kepada kedua orang tua dan orang yang kecanduan khamer”.

Pendapat Ulama tentang malam nisfu sya’ban.
Madzhab Hanafi :

Ibnu Nujaim dalam Kitab al-bahru al-Raiq mengatakan :

ومن المندوبات إحياء ليالي العشر من رمضان وليلتي العيدين وليالي عشر ذي الحجة وليلة النصف من شعبان كما وردت به الأحاديث

Diantara amal – amal yang mandub (sunnah) menhidupkan sepuluh malam dari bulan Ramadhan,dua malam hari raya,sepuluh malam (awal )bulan dzulhijjah dan malam nisfu sya’ban sebagaimana dijelaskan dalam hadist hadist.

Madzhab Maliki

Al-‘alamah Khorsyi dalam syarah muhtasor kholil mengatakan :

من مندوبات العيد إحياء ليلة عيدي الفطر والنحر لخبر { من  أحيا ليلتي العيد وليلة النصف من شعبان
لم يمت قلبه يوم تموت القلوب }….ثم قال : ومعنى عدم موت قلبه عدم تحيره عند النزع ولا في القيامة والمراد باليوم الزمن الشامل لوقت النزع وزمن القبر ويوم القيامة والإحياء يحصل بمعظم الليل على الأظهر بالصلاة والذكر

(Dan diantara amal yang dianjurkan pada hari raya adalah menghidupkan malam idul fithri dan malam idul adha karena hadist ” Siapa yang menghidupkan dua malam hari raya dan malam nisfu sya’ban maka tidak mati hatinya di hari matinya hati “.Makna tidak matinya hati adalah tidak mengalami kebingungan ketika waktu ajal dan waktu kiamat,maksud kata “yaum” adalah waktu yang mencakup waktu sekarat,waktu di alam kubur dan waktu kiamat.Dan menghidupkan (malam – malam diatas) bisa dicapai menurut qaul al-athhar dengan mengisi sebagian besar waktu malam dengan sholat dan dzikir).

Al-‘alamah al-Hathob dalam kitab al-mawahib syarah muhtashor kholil mengatakan :

بقي من الأيام التي ورد الترغيب في صيامها أيام أخر لم يذكرها المصنف منها ثالث المحرم والسابع والعشرون من رجب ونصف شعبان والخامس والعشرون من ذي القعدة

( Hari – hari lain yang dianjurkan untuk berpuasa dan belum disebutkan oleh mushonif (dalam kitab muhtashor kholil ) diantarannya hari ketiga muharram, tanggal dua puluh tujuh rajab,puasa nisfu sya’ban dan tanggal dua puluh lima dzul qo’dah ).

Madzhab as-Syafi’I
Imam Syafi’I dalam kitab al-um :

(قال الشافعي) وبلغنا أنه كان يقال: إن الدعاء يستجاب في خمس ليال في ليلة الجمعة وليلة الاضحى وليلة الفطر وأول ليلة من رجب وليلة النصف من شعبان,  أخبرنا الربيع قال أخبرنا الشافعي قال أخبرنا إبراهيم بن محمد قال رأيت مشيخة من خيار أهل المدينة يظهرون على مسجد النبي صلى الله عليه وسلم ليلة العيد فيدعون ويذكرون الله حتى تمضى ساعة من الليل،….. (قال الشافعي) وأنا أستحب كل ما حكيت في هذه الليالى من غير أن يكون فرضا

Imam Syafi’i berkata telah sampai padaku (hadist) yang mengatakan sesungguhnya do’a mustajab di lima malam,yaitu do’a di malam jum’ah,malam idul adha,malam idul fithri,malam pertama bulan Rajab dan malam pertengahan bulan sya’ban.Rabi’ mengabarkan kepadaku bahwa as-Syafi’i mengabarkan dari Ibrahim ibn Muhammad ia berkata : Aku melihat para masyayih dari para pemuka ahli Madinah datang ke masjid Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam pada malam hari raya dan berdo’a dan menyebut nama Allah sampai lewat waktu malam….As-Syafi’a berkata dan aku menganggap mustahab (dianjurkan ) semua yang aku ceritakan (amalan diatas) dilakukan di malam – malam tersebut (lima malam diatas) selain bukan amal yang fardhu hukumnya.

Imam Ibn As-Sholah :

وفي البدع والحوادث لأبي شامة  قال الإمام ابن الصلاح في فتوى له : … وأما ليلة النصف من شعبان فلها فضيله وإحياؤها بالعبادة مستحب ولكن على الانفراد من غير جماعة

Dalam kitab al-Bida’ wa sunnah karya ibn Syamah dikutip pendapat Imam Ibn As-Sholah di fatawa beliau : Malam nisfu Sya’ban memiliki keutamaan dan menghidupkannya dengan ibadah mustahab akan tetapi dengan sendirian tidak dengan berjama’ah.

Madzhad Hambali

Ibn Taymiah dalam kitab Iqtido’ As-sirot Al-Mustaqim :

ليلة النصف مِن شعبان. فقد روي في فضلها من الأحاديث المرفوعة والآثار ما يقتضي: أنها ليلة مُفضَّلة. وأنَّ مِن السَّلف مَن كان يَخُصّها بالصَّلاة فيها، وصوم شهر شعبان قد جاءت فيه أحاديث صحيحة. ومِن العلماء من السلف، من أهل المدينة وغيرهم من الخلف: مَن أنكر فضلها ، وطعن في الأحاديث الواردة فيها، كحديث:[إن الله يغفر فيها لأكثر من عدد شعر غنم بني كلب] وقال: لا فرق بينها وبين غيرها. لكن الذي عليه كثيرٌ مِن أهل العلم ؛ أو أكثرهم من أصحابنا وغيرهم: على تفضيلها ، وعليه يدل نص أحمد – ابن حنبل من أئمة السلف – ، لتعدد الأحاديث الواردة فيها، وما يصدق ذلك من الآثار السلفيَّة، وقد روي بعض فضائلها في المسانيد والسنن

“(Malam Nishfu Sya’ban) telah diriwayatkan hadist – hadist mafu’ dan astar para sahabat yang menjelaskan kemuliaannya bahwa malam nisfu Sya’ban adalah malam yang mulia. dan sebagian dari dikalangan ulama As Salaf ada yang mengkhususkan malam Nisfu Sya’ban dengan melakukan shalat di dalamnya.Adapun berpuasa di bulan Sya’ban hal ini dijelaskan dalam hadits yang shohih. Ada dikalangan Salaf  dari ahli Madinah dan sebagian dari kalangan Khalaf yang mengingkari kemuliannya dan menyanggah hadits-hadits yang diriwayatkan seperti hadits : ‘Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni padanya lebih banyak dari bilangan bulu kambing bani kalb’. Akan tetapi mayoritas ulama atau kebanyakan ulama madzhab kami dan ulama lain menyatakan  keutamaan malam Nisfu Sya’ban, dan yang demikian adalah yang dijelaskan oleh Imam Ahmad ( bin Hanbal dari ulama Salaf), hal ini karena banyaknya hadits yang menjelaskan keutamaan Nisfu Sya’ban, dan keutamaan malam nisfu Sya’ban dibenarkan oleh keterangan dari para ulama salaf, dan diantara kemuliaan malam nisfu Sya’ban juga telah dijelaskan dalam banyak kitab Musnad dan Sunan”.

Semoga kita mendapat curahan taufiq dari Allah ta’ala untuk bisa meraih anugerah dan maghfirahNya di malam mulia ini.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 23, 2013 in Tsaqofah

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: